Kue Lumpur Hilang: Sebuah Naskah Drama

Job ID: 40159667

Budget: $15 – $25 USD

HALAMAN JUDUL

KUE LUMPUR YANG HILANG
Sebuah cerita dari rangkaian "Cerita-Cerita di Balik Pintu"

PARAGRAF PERTAMA

Suasana pasar Cisauk pagi itu sudah penuh dengan suara teriakan pedagang dan langkah kaki pembeli yang berdesir. Di sudut pasar yang agak tersembunyi, Nani berdiri di belakang gerobak kue lumpur milik ibunya, kedua tangannya mengerut kesal sambil memeriksa rak yang biasanya dipenuhi kotak kue berwarna coklat keemasan. Lima kotak saja yang tersisa, padahal kemarin malam ibunya memasak hingga tiga puluh kotak—lebih banyak dari biasanya karena hari ini adalah ulang tahun neneknya yang tinggal di desa Ciamis.

Ringkasan Cerita

Nani, seorang mahasiswi yang membantu menjual kue lumpur ibunya setiap pagi, menemukan sebagian besar kue hilang saat pagi hari. Dia langsung menyalahkan Pak Slamet, penjual sayuran yang sering berada di dekat gerobaknya dan pernah dilihatnya sedang memandangi kue dengan tatapan lapar. Konflik muncul ketika Nani menyampaikan kecurigaan itu secara terbuka, membuat Pak Slamet merasa tersakiti dan menghentikan kerja sama yang selama ini mereka jalani (dia selalu membeli kue untuk istrinya setiap hari).

Seiring berjalannya hari, Nani menemukan bahwa kue yang hilang bukan karena dicuri—ibunya sendiri telah memberikan sebagian besarnya kepada ibu-ibu di rumah susun dekat pasar yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, karena melihat salah satu anak mereka sakit dan tidak bisa makan apa-apa selain kue lembut. Nani merasa sangat menyesal dan berusaha memperbaiki hubungan dengan Pak Slamet. Prosesnya tidak mudah, namun akhirnya membuatnya memahami bahwa "kehilangan" yang tampak merugikan ternyata bisa menjadi kebaikan bagi orang lain, dan pentingnya tidak menyalahkan orang tanpa bukti.

Cerita diakhiri dengan Nani dan Pak Slamet bekerja sama untuk membuat paket kue khusus untuk hari raya, dengan sebagian hasil penjualan diberikan kepada keluarga yang membutuhkan.