Cerita Pendek Ekspresikan Perasaan Pribadi
Budget: $250 – $750 USD
Saya ingin menuangkan rangkaian kalimat reflektif di atas—“Aku belajar kuat… Aku sering tersenyum meski hatiku lelah”—ke dalam sebuah cerita pendek padu yang penuh emosi. Fokusnya: menyampaikan perasaan pribadi, bukan sekadar menceritakan kronologi hidup.
Yang saya butuhkan:
• Cerita fiksi atau semi-fiksi, ±1.000–1.500 kata, bahasa Indonesia yang mengalir.
• Sudut pandang orang pertama (aku) agar nuansa intim tetap kuat.
• Alur sederhana: pengantar pergulatan batin, momen kontemplatif di bawah langit sore, dan penutup optimistis tentang “setiap orang punya waktunya masing-masing”.
• Gaya penulisan puitis, namun tetap mudah dipahami; hindari klise berlebihan.
• Dialog seperlunya, lebih menekankan monolog internal dan deskripsi atmosfer.
Kami akan merevisi satu kali bila diperlukan supaya karakter, suasana, serta pesan “terus berusaha meski lelah” benar-benar terasa.
Yang saya butuhkan:
• Cerita fiksi atau semi-fiksi, ±1.000–1.500 kata, bahasa Indonesia yang mengalir.
• Sudut pandang orang pertama (aku) agar nuansa intim tetap kuat.
• Alur sederhana: pengantar pergulatan batin, momen kontemplatif di bawah langit sore, dan penutup optimistis tentang “setiap orang punya waktunya masing-masing”.
• Gaya penulisan puitis, namun tetap mudah dipahami; hindari klise berlebihan.
• Dialog seperlunya, lebih menekankan monolog internal dan deskripsi atmosfer.
Kami akan merevisi satu kali bila diperlukan supaya karakter, suasana, serta pesan “terus berusaha meski lelah” benar-benar terasa.
Related categories:
Artificial Intelligence
Poetry
Creative Writing
Content Writing
Language Tutoring
Writing Tutoring