etika penyimpanan Al -- 2
Budget: $250 – $750 USD
saya bikin prosoal Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan konten anomali hasil algoritma Artificial Intelligence (AI) atau fenomena "brainrot" terhadap perkembangan kognitif anak usia 5–12 tahun. Fokus utama kami adalah mengidentifikasi dampak konten seperti "Tung Tung Saur" atau "Skibidi Toilet" yang disuguhkan secara terus-menerus oleh AI terhadap penurunan daya fokus dan kesehatan mental anak. Selain itu, riset ini menelaah aspek etika penyimpanan data pribadi anak yang seringkali diambil secara otomatis oleh sistem AI tanpa transparansi yang jelas bagi orang tua.
Metodologi dan Tahapan
Kami menerapkan metode penelitian kualitatif melalui tiga tahapan utama:
Studi Pustaka: Menganalisis jurnal ilmiah dan regulasi terkait, seperti UU Pelindungan Data Pribadi dan SE Menkominfo tentang Etika AI.
Observasi: Mengamati perilaku dan interaksi anak saat terpapar konten anomali di platform digital secara langsung.
Wawancara: Menggali informasi mendalam dari orang tua mengenai pola pengawasan digital dan pemahaman mereka terhadap fitur privasi data anak.
Target dan Manfaat
Riset ini diharapkan dapat memberikan solusi preventif berupa peningkatan literasi digital bagi keluarga dan rekomendasi langkah teknis dalam menjaga keamanan data privasi dari ancaman ekosistem digital. Hasil akhirnya bertujuan untuk memastikan teknologi AI dapat memberikan manfaat optimal tanpa mengorbankan perkembangan kognitif maupun hak privasi anak.
Metodologi dan Tahapan
Kami menerapkan metode penelitian kualitatif melalui tiga tahapan utama:
Studi Pustaka: Menganalisis jurnal ilmiah dan regulasi terkait, seperti UU Pelindungan Data Pribadi dan SE Menkominfo tentang Etika AI.
Observasi: Mengamati perilaku dan interaksi anak saat terpapar konten anomali di platform digital secara langsung.
Wawancara: Menggali informasi mendalam dari orang tua mengenai pola pengawasan digital dan pemahaman mereka terhadap fitur privasi data anak.
Target dan Manfaat
Riset ini diharapkan dapat memberikan solusi preventif berupa peningkatan literasi digital bagi keluarga dan rekomendasi langkah teknis dalam menjaga keamanan data privasi dari ancaman ekosistem digital. Hasil akhirnya bertujuan untuk memastikan teknologi AI dapat memberikan manfaat optimal tanpa mengorbankan perkembangan kognitif maupun hak privasi anak.